Jadwal Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026 Kapan? Ini Prediksi Tanggal 1-nya

GEMBLONG.ID, Jadwal Puasa Ramadhan Muhammadiyah – Menjelang datangnya bulan suci, suasana masyarakat biasanya mulai berubah. Percakapan tentang jadwal ibadah, persiapan kebutuhan rumah tangga, hingga rencana mudik kecil-kecilan sudah mulai terdengar bahkan beberapa minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga peristiwa sosial yang memiliki dampak luas.

Bagi sebagian orang, mengetahui jadwal awal puasa jauh-jauh hari menjadi penting untuk mengatur aktivitas. Mulai dari perencanaan kerja, agenda sekolah, hingga pengaturan pola konsumsi menjelang perubahan ritme harian selama Ramadhan.

Tidak heran jika setiap awal tahun Hijriah, pencarian informasi terkait waktu puasa selalu meningkat. Apalagi di era digital, masyarakat kini cenderung ingin memperoleh kepastian lebih cepat sebagai bahan persiapan praktis.

Karena itu, pertanyaan “puasa 2026 tanggal berapa” menjadi salah satu topik tren di kalangan umat Islam di Indonesia menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Setiap tahun, penentuan awal Ramadhan kerap menimbulkan perbedaan karena berbagai pihak menggunakan metode hisab atau rukyatul hilal untuk menentukan jatuhnya 1 Ramadhan. Menyusun prediksi tanggal dan memahami perbedaan penetapan penting bagi umat Muslim dan masyarakat luas yang perlu menyiapkan agenda keluarga, sekolah, dan kegiatan sosial menjelang bulan ibadah ini.

Di Indonesia, penetapan awal puasa Ramadhan 2026 belum bersifat final sampai keputusan resmi melalui Sidang Isbat diumumkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. Sidang isbat biasanya digelar pada akhir bulan Sya’ban (29 Sya’ban 1447 H) setelah pemantauan hilal atau bulan sabit. Meski begitu, beberapa lembaga Islam besar telah memberi gambaran prediksi tanggal sebagai acuan awal persiapan ibadah.

Prediksi Versi Muhammadiyah

Prediksi 1 Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
Organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal awal puasa Ramadhan 1447 H. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil melalui metode hisab hakiki wujudul hilal yang memakai perhitungan astronomi untuk menentukan posisi hilal (bulan sabit) secara matematis, tanpa perlu menunggu pengamatan langsung di lapangan.

Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai acuan umum, yakni sistem kalender Islam yang berdasarkan hisab astronomi standar global. Dengan pendekatan ini, penetapan awal bulan dibuat lebih awal dan konsisten sesuai kriteria hisab yang telah ditetapkan.

Prediksi Versi Pemerintah

Prediksi 1 Ramadhan 2026 Versi Pemerintah
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kemenag belum menetapkan tanggal awal puasa secara resmi sebelum Sidang Isbat digelar. Namun, prediksi berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 mengindikasikan bahwa puasa Ramadhan kemungkinan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini juga selaras dengan perkiraan versi lain yang memakai kombinasi metode hisab dan rukyatul hilal (pemantauan hilal langsung) untuk menentukan awal bulan baru dalam tahun Hijriah.

Prediksi pemerintah umumnya mengikuti kriteria yang dipakai oleh kelompok negara anggota MABIMS. Dalam pendekatan tersebut, Sidang Isbat akan mempertimbangkan data posisi hilal, hasil rukyatul hilal, serta laporan ahli falak sebelum menetapkan tanggal resmi Ramadhan.

Prediksi Versi Nahdlatul Ulama

Prediksi 1 Ramadhan 2026 Versi Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam besar di Indonesia sampai saat ini belum mengumumkan tanggal resmi awal puasa 2026 karena menunggu hasil pemantauan hilal di lapangan. Namun, berdasarkan Almanak 2026 yang disusun oleh lembaga falak di lingkungan NU, prediksi awal Ramadhan menunjukkan kemungkinan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Seperti pemerintah, NU mengutamakan metode rukyatul hilal dan akan menentukan tanggal final melalui pemantauan langsung hilal saat akhir bulan Sya’ban.

Metode yang digunakan NU dikenal sebagai Hisab Imkanur Rukyah (IRNU), yakni penggabungan hisab dengan rukyat menurut kriteria syariat yang berlaku di lingkungan NU. Dengan cara ini, keputusan akhir tentang 1 Ramadhan akan bergantung pada apakah hilal terlihat atau tidak pada malam 29 Sya’ban.

Dinamika Perbedaan Penetapan

Faktor Penyebab Perbedaan Penetapan Tanggal
Perbedaan prediksi tanggal 1 Ramadhan 2026 antara Muhammadiyah, pemerintah, dan NU bukan hal yang jarang terjadi di Indonesia. Ini karena setiap pihak memiliki pendekatan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah. Metode hisab hakiki mengandalkan perhitungan matematis astronomi, sementara rukyatul hilal menekankan observasi visual bulan sabit di langit. Gabungan metode keduanya dijalankan oleh pemerintah dan NU untuk menetapkan tanggal berdasarkan hasil pemantauan di berbagai titik.

Perbedaan ini merupakan bagian dari dinamika tradisi Islam dalam memahami kalender Hijriah dan biasanya direspons dengan sikap saling menghormati. Yang terpenting adalah kesiapan spiritual, fisik, serta sosial umat dalam menyambut Ramadhan sebagai bulan ibadah yang penuh makna.

Leave a Comment