Proyeksi Harga Emas Akhir Februari 2026 Akan Kembali Stabil, Bisa Cetak Rekor Baru?

GEMBLONG.ID – Pergerakan emas sepanjang Februari 2026 menunjukkan pola yang semakin menarik untuk dicermati. Setelah melalui fase volatilitas ekstrem di akhir Januari, pasar emas kini mulai memasuki tahap konsolidasi, meskipun tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat pelaku pasar mulai mengalihkan fokus dari pergerakan harian menuju arah tren jangka pendek hingga menengah.

Dalam konteks tersebut, proyeksi harga emas akhir Februari 2026 menjadi topik yang banyak diperbincangkan, khususnya di kalangan investor yang mengandalkan emas sebagai instrumen lindung nilai. Ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik global masih menjadi faktor dominan yang membentuk sentimen pasar.

Jika dilihat secara historis, fase pasca-volatilitas tajam kerap diikuti oleh periode pemulihan bertahap. Namun, kali ini pasar emas menghadapi tantangan tambahan berupa perubahan arah kebijakan The Fed dan penyesuaian likuiditas global yang lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati. Alih-alih mengejar momentum jangka pendek, banyak investor kini menunggu konfirmasi arah sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.

Harga emas dunia pada awal pekan ini kembali menguat setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan terakhir, emas tercatat naik 1,23% ke level USD5.021,49 per troy ons, menandakan bahwa minat terhadap aset safe haven masih bertahan di tengah pelemahan pasar saham global.

Sebelumnya, pada Jumat, 6 Februari 2026, harga emas dunia ditutup menguat 3,99% di posisi USD4.960,39 per troy ons. Meski demikian, volatilitas intraday masih sangat tinggi. Harga sempat menyentuh level terendah USD4.654,29 per troy ons sebelum akhirnya kembali naik menjelang penutupan perdagangan.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menyampaikan bahwa permintaan terhadap aset aman mulai kembali terlihat. Namun, ia menekankan bahwa pasar masih dibayangi kehati-hatian akibat aksi jual besar sebelumnya serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Selain faktor geopolitik, kebijakan moneter juga menjadi sorotan utama. CME Group diketahui telah menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia, yang secara tidak langsung meningkatkan tekanan jangka pendek terhadap harga emas. Langkah ini mencerminkan upaya pengendalian risiko di tengah fluktuasi pasar yang ekstrem.

Jika ditarik ke dalam perspektif proyeksi harga emas akhir Februari 2026, mayoritas analis menilai pergerakan emas masih akan berada dalam rentang yang relatif lebar. Selama emas mampu bertahan di atas level psikologis USD4.900 per troy ons, peluang untuk kembali menguji area resistensi tetap terbuka, meskipun koreksi teknikal masih berpotensi terjadi.

Di pasar domestik, pergerakan global tersebut tercermin pada harga emas Antam. Pada Senin, 9 Februari 2026, harga beli emas Antam tercatat naik Rp20.000 menjadi Rp2.940.000 per gram. Sementara itu, harga buyback juga menguat Rp28.000 ke level Rp2.734.000 per gram.

Sebagai gambaran, berikut daftar harga emas Antam Logam Mulia yang berlaku saat ini:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.520.000
  • Emas 1 gram: Rp2.940.000
  • Emas 2 gram: Rp5.820.000
  • Emas 3 gram: Rp8.705.000
  • Emas 5 gram: Rp14.475.000
  • Emas 10 gram: Rp28.895.000
  • Emas 25 gram: Rp72.112.000
  • Emas 50 gram: Rp144.145.000
  • Emas 100 gram: Rp288.212.000
  • Emas 250 gram: Rp720.265.000
  • Emas 500 gram: Rp1.440.320.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.880.600.000

Menjelang akhir Februari, pasar diperkirakan masih akan bergerak dinamis. Selama ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda, emas tetap memiliki daya tarik kuat sebagai aset lindung nilai. Namun, investor disarankan untuk mencermati level teknikal penting serta perkembangan kebijakan moneter global sebagai dasar pengambilan keputusan.

Leave a Comment