Umat Islam akan segera memasuki salah satu bulan mulia dalam kalender hijriah, yakni bulan Rajab. Momentum ini selalu dinanti karena menjadi gerbang awal menuju bulan-bulan penuh keberkahan berikutnya.
Salah satu waktu yang memiliki keistimewaan tersendiri adalah malam 1 Rajab, yang oleh sebagian ulama dipandang sebagai malam istimewa untuk memperbanyak ibadah dan munajat kepada Allah SWT. Kehadiran malam tersebut kerap dimaknai sebagai ajakan untuk memperbaiki kualitas spiritual sejak dini.
Dalam berbagai literatur keislaman, amalan malam Bulan Rajab disebut sebagai waktu yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan amalan-amalan sunnah.
Umat Islam didorong untuk tidak melewatkan malam ini begitu saja, mengingat Rajab termasuk dalam deretan bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.
Oleh karena itu, mempersiapkan diri sejak malam pertama bulan Rajab dinilai sebagai langkah penting untuk melatih konsistensi ibadah menjelang Ramadhan.
Kenapa Malam 1 Rajab Diutamakan?
Keutamaan malam 1 Rajab juga dikaitkan dengan kemustajaban doa. Sejumlah pendapat ulama menyebut bahwa malam pertama bulan Rajab merupakan salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.
Hal ini semakin menegaskan bahwa Rajab bukan sekadar pergantian bulan biasa, melainkan momen refleksi dan peningkatan amal bagi umat Islam.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, malam 1 Rajab menjadi kesempatan spiritual yang sebaiknya dioptimalkan. Ibadah yang dilakukan tidak harus bersifat berat, namun dilandasi keikhlasan dan kesungguhan hati.
Amalan Malam Bulan Rajab
Terdapat beragam amalan dianjurkan untuk dikerjakan pada malam ini sebagai bentuk penghormatan terhadap datangnya bulan Rajab. Berikut diantaranya:
1. Baca Doa Bulan Rajab
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca doa ketika memasuki bulan Rajab. Dalam kitab Mafatih al-Jinan yang dikutip dalam buku Hikmah Bulan Rajab dan Syaban, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa khusus saat melihat hilal Rajab.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ النِّسَانِ وَغَضِ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ
Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa syahra Ramadhaana, wa a’innaa ‘alash-shiyaami wal qiyaami wa hifzhil-lisaani wa ghaddhil-bashari, walaa taj’al hazhzhanaa minhu al-juu’a wal ‘athasya.
Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus.”
Doa tersebut berisi permohonan keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban, serta harapan agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan mampu menjalankan ibadah puasa dan sholat malam dengan baik. Doa ini mencerminkan kesiapan spiritual sejak awal bulan.
2. Malam Kemustajaban Doa
Selain itu, malam pertama bulan Rajab juga dikenal sebagai malam mustajab untuk berdoa. Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm menyebutkan bahwa doa diijabah pada lima malam, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab.
Pernyataan ini menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan harapan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.
3. Sholat Qiyamul Lail
Amalan lain yang dianjurkan adalah melaksanakan sholat qiyamul lail. Sholat malam memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim bahwa sholat malam merupakan sholat terbaik setelah sholat wajib.
Bahkan, para sahabat dan ulama salaf memandang satu rakaat sholat malam memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan sholat sunnah di siang hari.
4. Memperbanyak Istighfar
Tidak kalah penting, memperbanyak istighfar juga menjadi amalan utama di bulan Rajab, termasuk pada malam pertamanya. Dalam kitab Fawaidul Mukhtarrah dijelaskan bahwa membaca sayyidul istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Istighfar ini menjadi bentuk pengakuan seorang hamba atas dosa-dosanya, sekaligus harapan akan ampunan Allah SWT yang Maha Pengampun.
Dengan menghidupkan malam 1 Rajab melalui doa, sholat malam, dan istighfar, umat Islam diharapkan mampu menjadikan bulan Rajab sebagai titik awal pembenahan diri.
Konsistensi ibadah sejak Rajab akan menjadi bekal berharga untuk menyambut bulan Ramadhan dengan kesiapan iman dan ketakwaan yang lebih matang.