GEMBLONG.ID, Harga Emas Antam Logam Mulia – Pergerakan emas kembali menjadi topik utama di awal pekan ini, terutama setelah pasar global menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari gejolak ekstrem yang terjadi sepanjang akhir Januari hingga awal Februari. Dalam situasi seperti ini, emas kembali menegaskan posisinya sebagai instrumen lindung nilai yang sensitif terhadap sentimen geopolitik dan arah kebijakan moneter global.
Bagi investor domestik, dinamika global tersebut secara langsung tercermin pada harga emas antam logam mulia yang kembali mencatatkan kenaikan. Kondisi ini menandai bahwa permintaan terhadap aset aman belum sepenuhnya mereda, meskipun volatilitas masih menjadi risiko yang harus diperhitungkan dalam jangka pendek.
Jika ditarik lebih luas, lonjakan dan koreksi tajam harga emas beberapa pekan terakhir bukan sekadar reaksi sesaat. Pasar sedang berada dalam fase pencarian keseimbangan baru, seiring munculnya sentimen kebijakan The Fed, penguatan dolar AS, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam konteks tersebut, wajar apabila pergerakan emas, baik di pasar global maupun domestik, masih bergerak dinamis. Investor kini tidak hanya memantau angka harga harian, tetapi juga berusaha membaca arah tren jangka menengah sebagai dasar pengambilan keputusan.
Harga emas hari ini Senin, 9 Februari 2026 kembali bergerak menguat setelah melalui periode volatilitas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Harga emas dunia tercatat naik 1,23% dan berada di posisi USD5.021,49 per troy ons, menandakan kembalinya minat investor terhadap aset safe haven.
Pada perdagangan pekan sebelumnya Jumat, 6 Februari 2026 harga emas dunia ditutup menguat 3,99% di level USD4.960,39 per troy ons. Namun, pergerakan intraday menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi, di mana harga sempat tertekan hingga menyentuh level terendah USD4.654,29 per troy ons sebelum akhirnya berbalik naik menjelang penutupan.
Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, menilai bahwa saat ini mulai terlihat kembali permintaan terhadap aset aman. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kehati-hatian masih membayangi pasar menyusul aksi jual besar yang terjadi sebelumnya serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum sepenuhnya mereda.
Harga emas pada perdagangan Jumat, mampu pulih dari tekanan tajam sehari sebelumnya seiring melemahnya pasar saham global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Di sisi lain, CME Group turut menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka logam mulia sebagai langkah mitigasi risiko, yang turut memengaruhi dinamika pergerakan harga.
Fluktuasi harga emas dalam beberapa waktu terakhir tergolong luar biasa. Sejak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada 26 Januari, pergerakan emas terbilang ekstrem. Pada 30 Januari, harga emas turun lebih dari 9% dalam sehari. Selanjutnya, pada 2 Februari harga kembali jatuh hampir 5%, lalu melonjak lebih dari 6% pada 3 Februari.
Salah satu pemicu utama pergerakan tajam harga emas, dengan rentang perubahan mencapai USD1.200 per troy ons, adalah penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya. Warsh dipandang sebagai figur yang cenderung tegas terhadap inflasi dan lebih menyukai neraca The Fed yang lebih kecil.
Sentimen global tersebut ikut tercermin di pasar dalam negeri. Harga emas hari ini Senin, 9 Februari 2026 di Indonesia turut mengalami kenaikan. Harga beli emas Antam tercatat naik Rp20.000, dari sebelumnya Rp2.920.000 per gram menjadi Rp2.940.000 per gram. Sementara itu, harga buyback juga menguat lebih besar, yakni naik Rp28.000 ke posisi Rp2.734.000 per gram.
Sebagai acuan, berikut daftar harga emas Antam di Logam Mulia yang berlaku hari ini:
-
Emas 0,5 gram: Rp1.520.000
-
Emas 1 gram: Rp2.940.000
-
Emas 2 gram: Rp5.820.000
-
Emas 3 gram: Rp8.705.000
-
Emas 5 gram: Rp14.475.000
-
Emas 10 gram: Rp28.895.000
-
Emas 25 gram: Rp72.112.000
-
Emas 50 gram: Rp144.145.000
-
Emas 100 gram: Rp288.212.000
-
Emas 250 gram: Rp720.265.000
-
Emas 500 gram: Rp1.440.320.000
-
Emas 1.000 gram: Rp2.880.600.000
Ke depan, pergerakan emas diperkirakan masih akan fluktuatif. Meski demikian, dalam perspektif jangka panjang, banyak analis menilai tren emas tetap berada di jalur positif, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan strategi akumulasi yang terus dilakukan oleh bank sentral dan investor institusional.