GEMBLONG.ID, Harga Emas Antam Logam Mulia – Pergerakan emas batangan dalam beberapa waktu terakhir kembali menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Bukan semata karena nilainya yang terus naik dalam jangka panjang, tetapi juga karena fluktuasi harian yang kian terasa. Bagi banyak orang, memantau harga emas hari ini bukan lagi sekadar kebiasaan investor, melainkan bagian dari pertimbangan keuangan yang lebih luas.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika nilai tukar, emas masih diposisikan sebagai aset lindung nilai yang relatif aman. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kenaikan harga emas tidak selalu linier. Ada fase koreksi, ada pula lonjakan yang terjadi dalam waktu singkat. Kondisi inilah yang membuat pemahaman terhadap mekanisme harga emas menjadi semakin penting.
Salah satu aspek yang sering luput diperhatikan adalah perbedaan antara harga beli dan harga jual kembali emas. Padahal, selisih keduanya sangat menentukan apakah investasi emas memberi keuntungan atau justru menimbulkan kerugian, terutama jika dilakukan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, membaca pergerakan harga emas hari ini seharusnya tidak dilakukan secara parsial.
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, pasar emas batangan kembali mencatat penguatan. Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan yang cukup terasa, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang bagaimana dinamika emas bekerja dari sisi harga beli dan buyback.
Mengacu pada pembaruan dari gerai Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp30.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.890.000 menjadi Rp2.920.000 per gram. Kenaikan ini sejalan dengan penyesuaian harga buyback yang bahkan meningkat lebih besar. Harga pembelian kembali emas Antam tercatat naik Rp66.000 per gram, dari Rp2.640.000 menjadi Rp2.706.000 per gram.
Untuk memudahkan pembacaan, berikut ringkasan harga emas Antam terbaru dalam format daftar:
-
Harga emas Antam (beli): Rp2.920.000 per gram
-
Harga buyback emas Antam: Rp2.706.000 per gram
-
Selisih harga jual dan buyback (spread): Rp214.000 per gram
Antam sendiri selama ini memang menetapkan dua jenis harga yang berbeda. Harga emas berlaku saat konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia, sedangkan harga buyback digunakan ketika emas tersebut dijual kembali ke Antam. Perbedaan inilah yang sering mengejutkan investor pemula.
Sebagai ilustrasi sederhana, seseorang yang membeli emas pagi hari dengan harga Rp2.920.000 per gram, lalu terpaksa menjualnya kembali di hari yang sama, harus menerima kenyataan bahwa emas tersebut hanya dihargai Rp2.706.000 per gram. Selisih ini bukan kesalahan sistem, melainkan karakteristik pasar emas batangan itu sendiri.
Karena spread yang cukup lebar, emas batangan lebih rasional diposisikan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Harapannya, kenaikan harga dalam periode waktu tertentu mampu menutup selisih harga beli dan buyback, sekaligus menghasilkan keuntungan bersih.
Jika dilihat dari data historis, strategi jangka panjang memang menunjukkan hasil yang jauh lebih menarik. Berikut gambaran potensi untung atau rugi berdasarkan waktu pembelian emas:
-
Beli 31 Januari 2026 (Rp2.860.000): rugi sekitar 5,38 persen
-
Beli 7 Januari 2026 (Rp2.584.000): untung sekitar 4,72 persen
-
Beli 7 November 2025 (Rp2.296.000): untung sekitar 17,86 persen
-
Beli 7 Agustus 2025 (Rp1.943.000): untung sekitar 39,27 persen
-
Beli 7 Mei 2025 (Rp1.956.000): untung sekitar 38,34 persen
-
Beli 7 Februari 2025 (Rp1.660.000): untung sekitar 63,01 persen
-
Beli 7 November 2024 (Rp1.513.000): untung sekitar 78,85 persen
-
Beli 7 Agustus 2024 (Rp1.399.000): untung sekitar 93,42 persen
-
Beli 7 Mei 2024 (Rp1.318.000): untung sekitar 105,31 persen
Dari gambaran tersebut, terlihat jelas bahwa emas bekerja optimal ketika diperlakukan sebagai aset jangka panjang. Memahami struktur harga emas hari ini, termasuk selisih buyback, menjadi kunci agar keputusan investasi tidak sekadar mengikuti euforia kenaikan sesaat.