GEMBLONG.ID, Harga Perak Antam – Pergerakan harga logam mulia sepanjang awal tahun 2026 menunjukkan dinamika yang semakin menarik untuk dicermati. Tidak hanya emas, komoditas perak kini justru tampil menonjol dengan lonjakan harga yang signifikan. Kondisi ini membuat perak mulai kembali dilirik, baik oleh investor lama maupun masyarakat yang baru mempertimbangkan instrumen logam mulia sebagai sarana menjaga nilai aset.
Dalam situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, logam mulia kerap menjadi pilihan aman. Ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, hingga pelemahan mata uang utama dunia turut mendorong minat terhadap aset berbasis komoditas. Perak, yang selama ini kerap berada di bawah bayang-bayang emas, perlahan menunjukkan potensi pergerakan yang tidak kalah agresif.
Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal bahwa permintaan perak terus menguat. Selain faktor investasi, kebutuhan industri juga ikut menopang pergerakan harga. Hal ini membuat fluktuasi perak cenderung lebih dinamis, sekaligus memberikan peluang tersendiri bagi investor dengan profil risiko menengah.
Kondisi tersebut tercermin jelas dari harga perak Antam yang kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada Jumat, 23 Januari 2026. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi pasar perak domestik, sekaligus menegaskan tren penguatan yang sedang berlangsung.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hari ini melonjak tajam sebesar Rp3.050 per gram, dari posisi sebelumnya Rp57.550 menjadi Rp60.600 per gram. Dengan lonjakan ini, harga perak Antam resmi menembus level psikologis Rp60.000 per gram, sebuah capaian yang sebelumnya belum pernah terjadi.
Jika ditarik ke belakang, pergerakan harga perak Antam dalam sepekan terakhir memang cukup fluktuatif. Pada Kamis, 22 Januari 2026, harga perak sempat terkoreksi Rp1.650 ke level Rp57.550 per gram. Sehari sebelumnya, Rabu, 21 Januari 2026, harga perak juga sempat melemah Rp150 ke posisi Rp59.200 per gram, setelah sebelumnya mencetak ATH di level Rp59.350 per gram. Lonjakan tajam pada Jumat ini sekaligus menutup fase koreksi jangka pendek tersebut.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satuan gram, tetapi juga merata pada berbagai produk perak Antam. Untuk perak murni dengan bobot besar, harga dasar perak Antam murni berat 250 gram kini dipatok Rp15.550.000, dengan harga setelah PPN 11 persen menjadi Rp17.250.500. Sementara itu, perak Antam murni berat 500 gram dibanderol Rp30.300.000, dengan harga termasuk PPN 11 persen mencapai Rp33.633.000.
Produk perak Antam seri Heritage juga mengalami penyesuaian seiring lonjakan harga. Perak Antam Heritage dengan berat 31,1 gram tercatat di harga Rp2.432.499, dengan harga setelah PPN 11 persen berada di kisaran Rp2.700.074. Adapun perak Antam Heritage berat 186,6 gram kini dibanderol Rp13.473.256, dan harga termasuk PPN 11 persen mencapai Rp14.955.314.
Berikut ringkasan harga perak Antam terbaru yang bisa dijadikan referensi:
- Perak Antam murni 250 gram: Rp15.550.000 (PPN 11%: Rp17.250.500)
- Perak Antam murni 500 gram: Rp30.300.000 (PPN 11%: Rp33.633.000)
- Perak Antam Heritage 31,1 gram: Rp2.432.499 (PPN 11%: Rp2.700.074)
- Perak Antam Heritage 186,6 gram: Rp13.473.256 (PPN 11%: Rp14.955.314)
Dari sisi global, reli harga perak juga terus berlanjut. Mengutip laporan CNBC, harga perak spot dunia melonjak hingga menyentuh level US$96,58 per troy ons. Penguatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik, melemahnya dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Dengan kondisi tersebut, perak Antam dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan ke depan. Meski pergerakannya cenderung lebih volatil dibanding emas, tren kenaikan harga yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa perak mulai mendapatkan tempat strategis sebagai alternatif investasi logam mulia di tahun 2026.