GEMBLONG.ID – Harga emas Antam Logam Mulia hari ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu indikator utama pergerakan pasar logam mulia nasional. Pada Selasa, 6 Januari 2026, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk tercatat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah, melanjutkan tren kenaikan yang telah terbentuk sejak akhir pekan lalu. Kenaikan ini tidak hanya menarik perhatian investor, tetapi juga masyarakat umum yang menjadikan emas sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang.
Penguatan harga emas Antam Logam Mulia hari ini dinilai sebagai refleksi meningkatnya kebutuhan terhadap aset lindung nilai di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta arah kebijakan moneter global mendorong pelaku pasar untuk mengamankan asetnya pada instrumen yang relatif tahan terhadap tekanan inflasi. Dalam konteks ini, emas kembali memperoleh kepercayaan sebagai pilihan investasi defensif.
Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam Logam Mulia hari ini untuk pecahan 1 gram dibanderol Rp2.515.000. Angka tersebut mengalami kenaikan Rp27.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan harga jual ini juga diikuti oleh peningkatan harga pembelian kembali atau buyback yang kini berada di level Rp2.371.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan emas masih solid, baik dari sisi pembelian maupun likuiditas pasar sekunder.
Jika ditinjau lebih jauh, pergerakan harga emas Antam Logam Mulia hari ini tidak dapat dilepaskan dari lonjakan harga emas dunia. Di pasar spot internasional, harga emas berada di kisaran US$4.364,29 per troy ons. Lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela yang memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi global serta potensi gangguan pasokan energi. Situasi tersebut mendorong pelaku pasar mengalihkan portofolio mereka ke aset safe haven.
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar Amerika Serikat turut memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas. Ketika nilai dolar melemah, emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan meningkat. Dampak ini secara langsung tercermin pada harga emas domestik, termasuk produk emas batangan Antam.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas batangan Antam pada berbagai pecahan masih bergerak di level tinggi. Pecahan 0,5 gram dipatok Rp1.307.500, sementara ukuran 1 gram berada di Rp2.515.000. Emas 2 gram tercatat Rp4.970.000, ukuran 3 gram Rp7.430.000, dan 5 gram Rp12.350.000. Pada pecahan menengah, emas 10 gram dibanderol Rp24.645.000, 25 gram Rp61.487.000, serta 50 gram Rp122.895.000. Untuk ukuran besar 100 gram, harga telah menembus Rp245.712.000, belum termasuk pajak PPh 0,25 persen.
Kenaikan harga yang relatif merata di semua pecahan mengindikasikan bahwa permintaan tidak hanya berasal dari investor ritel, tetapi juga dari pelaku investasi dengan orientasi jangka menengah hingga panjang. Emas tetap dipandang sebagai instrumen yang mampu menjaga daya beli aset di tengah volatilitas pasar keuangan.
Di sisi lain, akumulasi cadangan emas oleh bank sentral di sejumlah negara berkembang turut memperkuat tren kenaikan harga. Diversifikasi cadangan devisa ke dalam bentuk emas fisik dinilai sebagai strategi untuk mengurangi risiko ketergantungan pada mata uang tertentu, terutama di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan harga emas ke depan masih berpotensi berlangsung fluktuatif. Masyarakat dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga secara berkala sebelum melakukan transaksi jual maupun beli. Perubahan kebijakan global, nilai tukar, serta situasi geopolitik dapat sewaktu-waktu memengaruhi arah pergerakan harga emas Antam di pasar domestik.