Proyeksi Harga Emas 2026 Mulai 3 Januari ini, Ada yang Stabil dan Turun

GEMBLONG.COM – Pergerakan harga emas kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat luas, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi tersebut membuat pembahasan mengenai proyeksi harga emas 2026 semakin relevan, mengingat emas masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman dalam jangka panjang.

Dalam konteks investasi, proyeksi harga emas 2026 tidak bisa dilepaskan dari fluktuasi harga emas harian yang terjadi saat ini. Setiap perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan, kerap dijadikan acuan awal untuk membaca arah pasar ke depan. Oleh karena itu, data harga emas terbaru menjadi pijakan penting dalam menganalisis potensi pergerakan emas pada tahun-tahun mendatang.

Mengawali tahun 2026, pergerakan harga emas batangan produksi PT Antam Tbk tercatat mengalami koreksi. Harga jual emas turun cukup signifikan, begitu pula dengan harga buyback atau harga jual kembali. Kondisi ini memunculkan beragam spekulasi di kalangan investor terkait proyeksi harga emas 2026, apakah tren koreksi ini hanya bersifat sementara atau menjadi bagian dari penyesuaian pasar yang lebih panjang.

Bagi sebagian investor, penurunan harga justru dianggap sebagai peluang akumulasi. Namun, bagi yang berorientasi jangka pendek, fluktuasi harga emas saat ini menuntut kehati-hatian ekstra. Oleh sebab itu, memahami struktur harga, ketentuan pajak, serta perbandingan produk emas menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya jika dikaitkan dengan proyeksi harga emas 2026.

Berdasarkan data terbaru, harga jual kembali (buyback) emas Antam tercatat turun sebesar Rp17.000, dari sebelumnya Rp2.363.000 per gram menjadi Rp2.356.000 per gram. Dalam setiap transaksi jual kembali emas batangan ke PT Antam Tbk, terdapat ketentuan pajak yang harus diperhatikan. Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi nonpemegang NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, PPh 22 juga dikenakan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi nonpemegang NPWP. Setiap transaksi pembelian emas akan disertai bukti potong PPh 22 sesuai ketentuan yang berlaku. Skema perpajakan ini menjadi faktor penting yang turut memengaruhi strategi investasi emas, terutama bagi investor dengan nilai transaksi besar.

Adapun harga emas batangan Antam yang tercatat di laman Logam Mulia pada Sabtu (3/1/2026) menunjukkan variasi harga berdasarkan gramasi. Untuk ukuran 0,5 gram, harga tercatat Rp1.294.000, sedangkan emas 1 gram berada di level Rp2.488.000. Selanjutnya, emas 2 gram dibanderol Rp4.916.000, 3 gram Rp7.349.000, dan 5 gram Rp12.215.000. Untuk ukuran yang lebih besar, emas 10 gram dijual Rp24.375.000, 25 gram Rp60.812.000, dan 50 gram Rp121.545.000. Sementara itu, emas 100 gram dibanderol Rp243.012.000, 250 gram Rp607.265.000, 500 gram Rp1.214.320.000, hingga 1.000 gram atau 1 kilogram senilai Rp2.428.600.000.

Di luar Antam, harga emas dari produsen lain juga menjadi pembanding penting. Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tercatat stabil di angka Rp2.537.000 per gram. Galeri24 menjual emas mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, dengan harga 0,5 gram Rp1.331.000 dan 1 gram Rp2.537.000. Sementara itu, emas UBS tercatat mengalami penurunan harga menjadi Rp2.567.000 per gram, turun Rp21.000 dibandingkan hari sebelumnya. UBS menjual emas hingga ukuran maksimal 500 gram.

Melihat dinamika harga emas dari berbagai produsen, investor dihadapkan pada banyak pilihan strategi. Fluktuasi harga jangka pendek, ketentuan pajak, serta perbedaan harga antarproduk menjadi variabel yang tidak bisa diabaikan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut secara menyeluruh, analisis terhadap proyeksi harga emas 2026 dapat dilakukan secara lebih rasional dan terukur, terutama bagi mereka yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.

Leave a Comment